VERSI INDONESIA · Beranda · Case Lab · Frameworks · Evidence · Tentang · Work With Me · ENGLISH
FRAMEWORKS
Membuat alur berpikir dapat diperiksa, digunakan kembali, dan diuji.
Decision Frameworks untuk menerjemahkan ketidakpastian di antara pasar, teknologi, organisasi, dan institusi.
SISTEM PENERJEMAHAN KEPUTUSAN
Operating model lima tahap untuk keputusan yang berdampak besar.
Diagram proses konseptual.
01
Frame
Definisikan keputusan, masalah yang paling mahal bila dibiarkan, decision owner, kriteria keberhasilan, tenggat, dan hal yang dipertaruhkan.
↓
02
Separate
Pisahkan Source Facts, Market Signals, interpretasi, asumsi, hipotesis, dan hal-hal yang belum diketahui.
↓
03
Map
Petakan insentif, relasi kuasa, workflow, regulasi, trust, ketergantungan, dan hambatan adopsi.
↓
04
Decide
Bandingkan pilihan, second-order effects, tingkat reversibilitas, dan trade-off yang paling material.
↓
05
Test
Tetapkan hal yang dapat membuktikan hipotesis salah, pengujian terkecil yang tetap kredibel, metric, owner, dan decision gate.
TOOLS YANG DAPAT DIGUNAKAN KEMBALI
Tiga perspektif untuk menghindari strategi yang dangkal.
◇
Market Translation Canvas
Terjemahkan proposition global menjadi kebutuhan pelanggan lokal, mekanisme trust, channel, partner, unit economics, dan batasan institusional.
Δ
Hypothesis Card
Nyatakan keyakinan, mekanisme sebab-akibat, prediksi yang dapat diamati, falsifier, metode pengujian, metric, dan decision rule.
◎
Decision Memo
Buat fakta, asumsi, pilihan, trade-off, risiko, tingkat keyakinan, dan kondisi yang dapat mengubah recommendation terlihat secara eksplisit.
LANDASAN RISET
Mengapa metode ini dibangun dengan dukungan evidence.
↗
A Scientific Approach to Entrepreneurial Decision Making
Camuffo dkk. (2020). Uji acak terkontrol mengenai pengambilan keputusan entrepreneurial berbasis hipotesis.
↗
Judgment under Uncertainty: Heuristics and Biases
Tversky & Kahneman (1974). Rujukan penting untuk memahami pola bias dalam judgment under uncertainty.
↗
Making Fast Strategic Decisions in High-Velocity Environments
Eisenhardt (1989). Bukti mengenai penggunaan informasi, pembandingan alternatif, dan kecepatan mengambil keputusan strategis.
↗
Exploration and Exploitation in Organizational Learning
March (1991). Model untuk menyeimbangkan proses belajar dan eksekusi organisasi.
Riset ini memperkuat disiplin berpikir, tetapi tidak otomatis membenarkan sebuah kesimpulan. Setiap case tetap membutuhkan evidence yang spesifik terhadap topik dan alur inferensi yang dapat diperiksa.